Sabtu, Januari 16, 2010

Mengapa Orang Yahudi Banyak yang Pintar?

Tanpa bermaksud untuk mendramatisasi tentang orang Israel dan atau orang Yahudi, saya ingin berbagi informasi yang saya peroleh dari membaca terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.

Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar ? Studi yang dilakukan mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :

Ternyata, bila seorang Yahudi Hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika. mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan.

Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).

Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging , hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.

Yang istimewa lagi adalah : Di Isarel, merokok itu tabu ! Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi "gen" atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi "bodoh" atau "dungu". Walaupun, kalau kita perhatikan , maka penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok , bukan orang Yahudi.

Anak-anak, selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan. Mereka juga harus pandai bahasa , minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi.

Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan. Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar. Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi. Design "Levis" terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas "business and fashion".

Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk "fokus" dalam berpikir !

Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia. Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, "research and development" khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Dunkin Donat.

Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel , bahwa nekotin hanya akan menghasilkan generasai yang "Bodoh" dan "Dungu".

Percaya atau tidak, tentunya terserah kita semua. Namun kenyataan yang ada terlihat bahwa memang banyak sekali orang yahudi yang pintar ! Tinggal, pertanyaannya adalah, apakah kepintarannya itu banyak manfaatnya bagi peningkatan kualitas hidup umat manusia secara keseluruhan.

Sumber: Chappy Hakim, Marsekal TNI Purnawirawan, Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara

Minggu, Desember 20, 2009

Bangkitkan Semangat Mencapai Kemakmuran dengan Visi

"Where there is no vision, the people perish/ die.
– Ketiadaan visi membuat manusia mati."
~ King Solomon

Saya terinspirasi begitu besarnya kekuatan visi ketika saya
menyaksikan semangat bangsa China menyambut Olimpiade Beijing 2008
yang sangat luar biasa. Semangat dan kesatuan mereka membuat
presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, berkomentar, "Ini (olimpiade)
bagi rakyat China adalah acara yang sangat berarti."

Dulu China adalah negara yang sangat konservatif terhadap budaya
asing. Tetapi beberapa tahun belakangan negeri tersebut sudah mulai
terbuka terhadap masuknya budaya asing. Ajang olahraga olimpiade
menjadi salah satu bukti sikap terbuka bangsa tersebut menerima
dunia luar dan menjadi bagian dari era globalisasi.

Seluruh masyarakat dari anak-anak sampai lansia ingin menyukseskan
agenda penting pemerintah China tersebut. Menjelang olimpiade
digelar sejumlah aturan sudah diterapkan di Beijing, ibu kota China.
Aturan tersebut diantaranya adalah dilarang mengupil, menguap,
menggaruk kepala saat berbicara dengan orang asing, selalu
tersenyum, dan diminta selalu mengatakan `kamu sungguh luar biasa'.

Bahkan beberapa kali sudah diselenggarakan kampanye mengubah
kebiasaan buruk warga Beijing. Seluruh wargapun mendukung kampanye
tersebut, karena dianggap sangat membantu terciptanya budaya
berperilaku baik. Ketika saya baru tiba di kota tersebut, saya
terkesan dari cara mereka menyambut tamu asing karena begitu banyak
kemajuan positif.

Kesungguhan pemerintah China menyukseskan olimpiade yang mulai
digelar 8 Agustus mendatang diikuti keputusan pemerintah setempat
menarik 1 juta mobil dari jalanan selama 4 hari, dari tanggal 17-20
Agustus 2008. Langkah tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki
kualitas udara di Beijing. Beberapa upaya lain juga dilakukan untuk
mengatasi polusi sebelum dan selama olimpiade digelar.

Tak heran jika jalan-jalan dan fasilitas-fasilitas umum di sana
terlihat sangat bersih. Ini menunjukkan antusiasme warga menyambut
penyelenggaran olimpiade tersebut. Alangkah besar kekuatan sebuah
visi, sampai-sampai semua orang di China dengan suka rela
menjalankan budaya yang lebih baik.

Visi adalah sumber semangat untuk melakukan yang terbaik dan
berusaha sekeras mungkin untuk lebih maju. Bill gates
mengatakan, "If you have a clear vision, you'll even forget your
breakfast. – Jika Anda mempunyai visi yang jelas, mungkin Anda akan
lupa sarapan." Lantas saya berpikir mengapa kita tidak mencontoh
bagaimana bangsa China begitu bersemangat melakukan banyak perubahan
demi tercapainya sebuah visi.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tantangan hidup akhir-akhir
ini semakin sulit. Kenaikan harga BBM diklaim sebagai biang atau
penyebab kehidupan masyarakat lebih berat. Padahal sangat kecil
kemungkinan BBM bakal turun harga. Lalu apakah artinya tak akan
pernah ada harapan kehidupan kita lebih baik?

Tentu saja semua orang tak ingin kehidupannya terus terpuruk.
Bukankah hidup makmur adalah keinginan semua orang? Mengapa tidak
kita manfaatkan keinginan tersebut sebagai visi untuk membangkitkan
semangat juang kita?

Visi mampu berfungsi sebagai sumber semangat jika kita memiliki
keyakinan akan adanya harapan kehidupan yang lebih baik jika kelak
berhasil mencapai visi tersebut. Keyakinan adalah sumber semangat
yang tidak akan pernah padam untuk terus melakukan sesuatu walaupun
harus menghadapi banyak kesulitan.

Di China semua orang antusias melakukan banyak program menjelang
olimpiade misalnya fashions show olimpiade, pawai obor, dan lain
sebagainya. Semangat mereka begitu besar, walaupun di negeri
tersebut sebenarnya sempat terjadi konflik di Tibet, protes dari
luar negri tentang penegakan HAM, bencana banjir, dan gempa bumi di
Sichuan. Semangat mereka melaksanakan berbagai agenda kegiatan
dikarenakan mereka begitu menginginkan olimpiade tersebut
terselenggara dengan baik.

Menciptakan kemakmuran hanya dapat dicapai dengan melakukan
perubahan-perubahan positif, yaitu perubahan yang membuat kita cepat
mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan masalah yang menghalangi
tujuan kita mencapai kemakmuran. Bila visi itu sudah menjadi bagian
dari emosi kita, maka kita akan bersemangat melakukan perubahan,
misalnya melakukan peningkatan etos kerja, moralitas, kreativitas,
integritas, spiritual, toleransi, keahlian atau intelektual, dan
lain sebagainya.

Itulah kesan tentang kedahsyatan sebuah visi yang saya rasakan di
China, khususnya di Beijing menjelang penyelenggaraan olimpiade.
Alangkah beruntungnya bila kita juga dapat memanfaatkan kekuatan
visi untuk membangkitkan semangat juang dan melakukan perubahan.
Karena semangat adalah satu diantara beberapa modal maya penting
untuk meraih kemakmuran.[ aho]

Sumber: Bangkitkan Semangat Mencapai Kemakmuran dengan Visi oleh
Andrew Ho, seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best
seller.

Selasa, November 10, 2009

Saya Mau Berubah

Dikisahkan, di sebuah seminar motivasi, setelah mendengar banyak
kiat-kiat dan pelajaran di sana, saatnya para peserta pulang dengan
membawa kesan dan semangat yang membara untuk dipraktekkan di
kehidupan mereka lebih lanjut. Di antara mereka, beberapa orang
tampak mengalami kemajuan yang berarti. Mereka yang merasakan
manfaat dan sangat terbantu setelah mengikuti seminar tersebut,
memberitahu teman dan saudara-saudaranya bahwa seminar yang
diikutinya sangat bagus dan luar biasa. Dia mulai melakukan anjuran
yang diajarkan dan mengalami perubahan cara pandang dan
kebiasaannya. Dikesehariaannya, dia berusaha terus menyemangati diri
sendiri, aktif mengikuti kegiatan yang positif, mengarahkan seluruh
perhatiannya pada usaha yang dijalankan, dan hasilnya.... perubahan
yang luar biasa dikehidupannya! Mengalami kemajuan dan bersyukur!

Ada kelompok yang lain. Setelah mengikuti seminar, mereka juga
tampak bersemangat, bersiap-siap untuk mengadakan perubahan, membuat
rencana sedetil mungkin. Sayangnya, setelah beberapa saat, rencana
yang dibuat tetaplah rencana. Blok mental karena kebiasaan yang
dijalani selama ini yakni malas, menunda, tidak bisa menerima
penolakan, cepat putus asa saat mengalami benturan, serta cara
pandangnya yang negatif terhadap sekelilingnya menyebabkan dia
kembali ke pola lama dan mulai menyalahkan keadaan disekelilingnya
yang dituduh tidak mendukung dia.

Akhirnya, saat ditanya, Anda pernah mengikuti seminar
motivasi? "Oya. Saya pernah mengikutinya, seminar yang bagus,
pesertanya banyak dan pembicaranya hebat tetapi apa yang diajarkan
tidaklah mudah untuk dijalankan. Karena sukseskan milik orang-orang
tertentu, dan sayangnya saya bukanlah orang itu."

Kelompok yang lain lagi. Setelah mengikuti seminar, dia pun mulai
mencoba membuat perubahan. Sayangnya, upayanya tidak terlalu kuat
sehingga saat orang-orang disekililingnya tidak menyukai perubahan
yang dicobanya, dia pun merasa dijauhi dan tidak diterima
dilingkungannya. Akhirnya, sudah bisa ditebakkan?

Pembaca yang budiman,
Seminar sehebat apapun, teknik secanggih apapun, rumus teori seampuh
apapun, selamanya tidak akan mampu merubah manusia jika manusia itu
sendiri tidak mau merubah dirinya sendiri!

Bagi saya kehidupan adalah ruang kuliah atau tempat belajar tanpa
batas, bagi pembelajar sejati setiap orang bisa menjadi guru bagi
dirinya sendiri, bagi pembelajar tulen cepat sekali menyerap apa
yang terjadi disekelilingnya dan dengan cerdas mampu mencerna
sebagai bahan belajar untuk kemajuan karier dan hidupnya.

Jadi akhirnya semua kembali pada diri sendiri, bagaimana kita
mengelola pikiran dan sikap mantal dalam menghadapi perubahan,
sekaligus secara tegas mau berubah hingga mampu mengaktualisasikan
diri sampai ke puncak kesuksesan.

Sumber: Saya Mau Berubah oleh Andrie Wongso

Mengelola Stres

“Ketika Anda berbicara tentang pendidikan, karir, atau jasa, Anda sedang berbicara tentang kehidupan. Dan kehidupan harus dinikmati. Kehidupan mestinya menyenangkan.”
-- Barbara Bush, mantan Ibu Negara Amerika

DAMPAK krisis keuangan di Amerika terhadap perekonomian global semakin serius. Bahkan Bank Indonesia mengakui krisis yang terjadi di luar prediksi mereka. Saham di Bursa Efek Jakarta diberitakan rontok secara drastis pada awal Oktober kemarin. BEJ pun menutup perdagangan saham selama tiga hari. Pemerintah mengatakan bahwa krisis keuangan di AS akan memberi dua dampak kepada Indonesia, keterbatasan likuiditas dan perlambatan ekonomi. Dampak tersebut akan dirasakan dalam kurun waktu enam bulan hingga satu tahun.

Tetapi, belum enam bulan berjalan, dampak itu sudah terasa di sebagian sektor. Yang paling membuat pening kepala pertama kali, tentu saja para pemangku kepentingan perusahaan dan pemilik saham begitu tahu sahamnya jeblok. Di beberapa daerah, para pengusaha yang mengekspor kerajinannya ke Amerika dan Eropa dikabarkan mengalami penurunan pengiriman barang secara drastis. Hal ini menyebabkan beberapa pengusaha merumahkan karyawannya sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sementara itu, pedagang barang elektronik kesulitan mendapatkan pasokan barang menyusul kenaikan harga akibat naiknya harga dolar. Sedangkan sebagian turis mancanegara dikabarkan membatalkan kunjungannya ke Indonesia.

Memang ada yang tenang-tenang saja melihat krisis global yang terjadi saat ini. Tetapi, tidak sedikit pula yang ketar-ketir melihat situasi ini. Daya beli masyarakat memang cenderung menurun seiring kenaikan harga BBM yang terjadi pada bulan Mei lalu. Kenaikan harga BBM ini tentu juga mengakibatkan efek domino terhadap naiknya kebutuhan pokok, barang dan jasa lainnya. Sayangnya, kenaikan BBM ini tidak disertai dengan kenaikan pendapatan masyarakat. Nah, dengan ditambah krisis global yang terjadi saat ini, membuat sebagian masyarakat menjadi semakin was-was dan tidak sedikit pula yang menjadi stres.

Stres? Betul. Jika hal ini terjadi, tentu saja akan menambah panjang deretan penderita stres di negeri ini. Mengingat penderita gangguan kejiwaan di negara ini mengalami peningkatan yang signifikan semenjak harga BBM naik. Bahkan WHO sendiri mengingatkan, krisis keuangan global yang terjadi saat ini, bisa membuat banyak orang mengalami depresi, stres, gangguan kejiwaan dan mudah putus asa.

Stres yang dialami seseorang, sejatinya sesuatu hal yang sulit untuk dihindari. Stres memikirkan beban hidup. Stres di tempat kerja atau stres karena sebab lain. Masalahnya adalah bagaimana mengelola stres dengan baik agar tidak berdampak negatif bagi kesehatan jiwa dan tubuh. Stres yang tak terkendali akan memicu naiknya tekanan darah dan berisiko terkena serangan jantung. Stres dapat pula menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Kondisi ini yang nantinya membuat pembuluh darah tersumbat, sehingga penderita rentan terhadap stroke.

Bagaimana tanda-tanda stres dapat dikenali? Ada sejumlah sinyal yang sesungguhnya dapat Anda rasakan ketika Anda mengalami stres, seperti: mudah tersinggung, naiknya tekanan jantung, meningkatnya tekanan darah, merasa berkeringat atau sering menggigil, sulit tidur, sakit kepala, sakit pencernaan, sakit di leher, sakit punggung bagian bawah, mengalami sakit yang tidak biasa, pergi ke toilet lebih sering dari biasanya, lebih banyak merokok dan minum, merasa gelisah tanpa sebab, kehilangan selera makanan, kesenangan atau bahkan seks, selalu dirundung kesedihan, menjadi pelupa, atau gejala-gejala lain yang tidak biasanya

Pada hakekatnya, stres dapat dikendalikan secara dini bila seseorang menyadari datangnya stres di awal. Bagaimana mengelola stres yang terjadi pada diri kita? Beberapa saran berikut semoga dapat membantu Anda.

Melakukan perawatan terhadap tubuh
Anda dapat mengusir stres dengan memanjakan tubuh Anda. Apa saja misalnya? Berendamlah di air hangat. Hal ini dapat membuat Anda merasakan rileks sekaligus mengendurkan otot-otot yang kaku. Pijatan yang lembut di tangan, kaki, dan wajah juga dapat membuat peredaran darah menjadi lancar. Untuk mata Anda, taruhlah irisan buah ketimun di mata sembari terpejam. Anda bisa juga menyalakan lilin amoterapi. Dan dengan diiringi musik alunan lembut, tutup mata anda, dan bayangkan hal-hal yang menyenangkan dalam hidup. Atau Anda dapat juga melakukan pedicure atau facial.

Berolahraga, melakukan meditasi atau yoga
Anda dapat melakukan olahraga yang ringan seperti jogging, jalan sehat, aerobik atau angkat beban. Olahraga membuat tubuh Anda menjadi segar dan sehat, sehingga Anda dapat berpikir dengan jernih. Jika Anda dapat berpikir dengan jernih, maka Anda dapat melihat dan menyelesaikan masalah dengan lebih baik. Anda bisa juga melakukan meditasi atau yoga. Dengan yoga, tubuh akan lebih rileks. Bagaimana bila ketegangan menunjukkan kenaikan yang signifikan? Ambillah nafas dalam tiga hitungan, kemudian keluarkan juga dalam tiga hitungan. Secara bertahap lakukan dengan menaikkan hitungan menjadi lima, enam, tujuh dan seterusnya.

Membaca buku dan mendengarkan musik
Luangkanlah waktu untuk rileks dengan membaca buku atau mendengarkan musik.

Menyingkir dari rutinitas
Menyingkir dari rutinitas? Tentu saja. Jangan berpikir ini hal yang sulit. Anda bisa melakukannya secara sederhana. Mencuci pakaian, menyetrika pakaian, berkebun. Atau bisa juga melakukan rekreasi yang murah meriah dengan keluarga atau teman sejawat.

Makan dan minum dengan baik dan benar
Konsumsilah menu secara seimbang terutama yang memiliki kandungan serat seperti sayuran dan buah. Kurangi pula mengkonsumsi gula rafinasi. Dan ingat, kurangi rokok, alkohol, dan kafein. Orang yang bersahabat dengan alkohol, kafein, nikotin seringkali tak dapat melawan stres. Perbanyaklah minum air putih. Tubuh bisa jadi tak mengalami dehidrasi walau tubuh tak merasa haus. So, saat Anda ke kamar mandi, pastikan urin Anda berwarna terang. Dan jangan lupa, tidurlah dengan cukup.

Sesungguhnya, krisis ekonomi yang terjadi hanyalah bagian dari sekian banyak masalah yang dihadapi manusia. Walau begitu, tetap saja harus disikapi secara arif dan legowo. Krisis global saat ini bisa jadi jauh dari perkiraan banyak orang. Oleh karena itu dalam diri seseorang, harus tertanam kesadaran bahwa ada hal-hal yang tak bisa dikendalikan. Hal-hal yang di luar perkiraan sebelumnya. Ini penting, agar kita tidak kecewa nantinya jika ternyata rencana-rencana yang sudah diatur jauh meleset dari harapan. Kekecewaan itu mungkin menghalangi tujuan yang telah kita tetapkan di awal. Untuk menghadapi hal-hal seperti ini, mental kita harus sudah siap. Inilah sesungguhnya pondasi dasar dalam menghadapi stres yang terjadi. Mental yang siap, kuat, dan tahan uji.

Betapapun beratnya badai krisis, tetap harus kita hadapi dengan bijak. Karena, walau katakanlah ada bagian yang hilang akibat krisis tersebut, kita patut bersyukur bahwa masih terdapat kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Kita masih bisa hidup dengan sehat, gaji yang dibayar cukup, dan kelebihan lainnya yang mungkin orang lain belum tentu dapatkan.

Dan pada akhirnya, kunci dalam menghadapi stres sesungguhnya bagaimana Anda dapat menikmati hidup ini, ikhlas dan sabar dalam menghadapi cobaan, serta selalu bersyukur atas segala yang diberikan olehNya. Dan terakhir, berdoalah untuk selalu memohon kepadaNya agar senantiasa Anda diberi petunjuk dalam menjalani hidup ini. (131008)

Sumber: Mengelola Stres oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta

Senin, Juni 08, 2009

Kuku, gigi, dan hati perempuan

Cinta laki-laki seumpama gunung. Ia besar tapi konstan dan, sayangnya, rentan. Sewaktu-waktu ia bisa saja meletus memuntahkan lahar, menghanguskan apa saja yang ditemuinya. Cinta perempuan seumpama kuku. Ia hanya seujung jari, tapi tumbuh perlahan-lahan, diam-diam dan terus menerus bertambah. Jika dipotong, ia tumbuh dan tumbuh lagi.

Perumpamaan di atas diilhami dari sebuah dialog dalam adegan film Bulan Tertusuk Ilalang karya Garin Nugroho. Betapa menakjubkan. Dan kalimat itu mengingatkan saya pada seorang teman dan mamanya ketika masa-masa SMP-SMU dulu. Kala itu, nyaris setiap hari saya main ke rumahnya yang jauh di selatan kota. Saya tahu dia anak orang kaya. Papanya, pimpinan sebuah instansi pemerintah terkemuka di kota saya, dan mamanya adalah ibu rumah tangga biasa. Saya tak heran mendapati barang-barang bagus dan bermerk di rumahnya yang masih dalam tahap renovasi. Sofa yang empuk, televisi yang besar. Saya hanya bisa berdecak kagum sekaligus iri.

Tapi, lama-lama saya menyadari bahwa isi rumah itu makin kosong dari hari ke hari. Perabotan yang satu per satu lenyap dan televisi yang "mengkerut" dari 29 inchi ke 14 inchi. Perubahan paling mencolok adalah wajah mama sahabat saya. Suatu saat ketika ia berbicara, tak sengaja saya dapati bahwa mama sahabat saya itu kini ompong! Kira-kira 2-3 gigi depannya hilang entah kemana. Saya tak berani, lebih tepatnya tak tega, untuk bertanya. Saya juga tak mau tergesa-gesa mengambil kesimpulan sendiri. Yang jelas, sebuah suara, jauh di lubuk hati saya bergema: "Sesuatu yang buruk telah terjadi di rumah itu!" Benarlah, tanpa diminta akhirnya sahabat saya datang berkunjung ke rumah. Setengah berbisik, manahan tangis, ia bercerita bahwa papanya selingkuh dengan perempuan lain dan karenanya, nyaris tak pernah pulang ke rumah. Dan ini bukan main-main, perempuan itu hamil dan menuntut pertanggungjawaban papanya. Dengan emosi ia bercerita bahwa papanya mengajaknya ke rumah perempuan itu dan meminta sahabat saya untuk memanggilnya dengan sebutan "Mama". Sebuah permintaan menyakitkan yang langsung ditolak mentah-mentah oleh sahabat saya. "Mamaku cuma satu!" tangkisnya tegar saat itu. Dan misteri tentang gigi mamanya yang tiba-tiba ompong, barang-barang mewah dan perabot yang satu per satu menghilang dari rumahnya pun terkuak sudah. Semuanya adalah akibat ulah papanya jua. Dan setengah frustasi ia mengadu pada saya bahwa ia harus menanggung semua beban berat itu sendirian karena kakak satu-satunya yang kuliah di luar kota tak peduli dan tak mau memikirkan masalah itu.

Mamanya pun "yang lemah lembut" tak bisa berbuat banyak dengan kelakuan suaminya. Ia cuma bisa pasrah, gigi yang ompong itu buktinya. Dan saya? Hanya doa dan motivasi yang bisa saya berikan agar sahabat saya itu tabah dan tak putus berdoa. Toh sekarang, setelah lama peristiwa itu berlalu, doa sahabat saya pun dijawab oleh Tuhan. Ketika itu menjelang kelulusan SMU, ia bercerita pada saya bahwa papanya sudah "sembuh", bertobat, dan kembali ke pangkuan istri dan anak-anaknya. Nasib the other women itu entah bagaimana.

Sampai di sini persoalan beres. Dan saya takjub mendengarnya, senang sekaligus heran. Bagaimana mungkin masalah pelik ini bisa selesai semudah itu? Nurani keadilan saya berontak. Saya tak habis pikir, betapa mudahnya mama sahabat saya itu memaafkan dan menerima kembali suaminya setelah semua yang dia lakukan. Lelaki itu tak cuma berkhianat, tapi juga menyakiti fisiknya, merontokkan gigi-gigi depannya, tak menafkahi anak-anaknya dan nyaris mengosongkan isi rumahnya. Dan ia memaafkannya begitu saja?! Sebuah kenyataan yang ternyata banyak juga saya temui di masyarakat kita. Perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga yang bisa diselesaikan dengan mudah, hanya dengan kata maaf. Mungkin inilah yang disebut orang sebagai "CINTA".
Papa sahabat saya adalah laki-laki dengan cinta sebesar gunung, dan ketika ia meletus, laharnya meluap ke mana-mana, menghanguskan apa saja, melukai fisik dan terutama hati dan jiwa istri dan anak-anaknya.
Mama sahabat saya adalah perempuan dengan cinta sebesar kuku. Memang cuma seujung jari, tapi cinta itu terus tumbuh, tak peduli jika kuku itu dipotong, bahkan jika jari itu cantengan dan sang kuku terpaksa harus dicabut, meski sakitnya tak terkira, kuku itu akan tetap tumbuh dan tumbuh lagi.
Sebuah cinta yang mengagumkan dari seorang perempuan yang saya yakin tak cuma dimiliki oleh mama sahabat saya itu. Cinta yang terwujud dalam sebuah tindakan agung: "Memaafkan". Sebuah tindakan yang butuh kekuatan besar, butuh energi banyak, yang anehnya banyak dimiliki oleh makhluk (yang katanya) lemah, bernama perempuan.

Minggu, Juni 07, 2009

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani?

Seorang sahabat mengungkapkan rencananya untuk mengundurkan diri dari
perusahaan tempat kerjanya. Ia merasa tidak takut meninggalkan karirnya
yang sudah belasan tahun dirintisnya dari bawah. "sayang juga
sebenarnya, dan ini merupakan pilihan yang berat, terlebih ketika saya
merasa sudah berada di puncak karir, " ujarnya.

Lalu ke mana setelah resign? "yang ada di pikiran saya saat ini hanya
satu, menjadi ibu rumah tangga. Sudah terlalu lama saya meninggalkan
anak-anak di rumah tanpa bimbingan maksimal dari ibunya. Saya sering
terlalu lelah untuk memberi pelayanan terbaik untuk suami. Bahkan
sebagai bagian dari masyarakat, saya sangat sibuk sehingga hanya sedikit
waktu untuk bersosialisasi dengan tetangga dan warga sekitar"

Tapi, ibu nampaknya masih ragu? "bukan ragu. Saya hanya perlu menata
mental sebelum benar-benar mengambil langkah ini".

"Rasanya masih malu jika suatu saat bertemu dengan teman-teman sejawat
atau rekan bisnis. Saya belum menemukan jawaban yang pas saat mereka
bertanya, "sekarang Anda cuma jadi ibu rumah tangga?"

Saya tersenyum mendengarnya, mencoba memahami kesesakan benaknya saat
itu. Teringat saya dengan seorang sahabat lama yang saat di sebuah forum
wanita karir di Jerman lantang menjawab, "profesi saya ibu rumah tangga,
jika di antara para hadirin ada yang mengatakan bahwa ibu rumah tangga
bukan profesi, saya bisa menjelaskan secara panjang lebar betapa
mulianya profesi saya ini dan tidak cukup waktu satu hari untuk
menjelaskannya" .

Luar biasa. Sekali lagi luar biasa. Saya harus hadiahkan acungan jempol
melebihi dari yang saya miliki untuk sahabat yang satu ini. Saya
tuturkan kisah ini kepada sahabat yang sedang menata hati meyakinkan
diri untuk benar-benar menjadi ibu rumah tangga, bahwa ia takkan pernah
menyesali pilihannya itu. Kelak ia akan menyadari bahwa langkahnya itu
adalah keputusan terbaik yang pernah ia tetapkan seumur hidupnya.

Naluri setiap wanita adalah menjadi ibu. Adakah wanita yang benar-benar
tak pernah ingin menjadi ibu? Percayalah, pada fitrahnya wanita akan
lebih senang memilih berada di rumah mendampingi perkembangan
putra-putrinya dari waktu ke waktu. Menjadi yang pertama melihat si
kecil berdiri dan menjejakkan langkah pertamanya. Ia tak ingin anaknya
lebih dulu bisa berucap "mbak" atau "bibi" ketimbang ucapan "mama". Tak
satupun ibu yang tak terenyuh ketika putra yang dilahirkan dari rahimnya
lebih memilih pelukan baby sitter saat menangis mencari kehangatan.

Ibulah yang paling mengerti memberikan yang terbaik untuk anaknya,
karena ia yang tak henti mendekapnya selama dalam masa kandungan.
Sebagian darahnya mengalir di tubuh anaknya. Ia pula yang merasakan
perih yang tak tertahankan ketika melahirkan anaknya, saat itulah
kembang cinta tengah merekah dan binar mata ibu menyiratkan kata, "ini
ibu nak, malaikat yang kan selalu menyertaimu" . Cintapun terus mengalir
bersama air kehidupan dari dada sang ibu, serta belai lembut dan kecupan
kasih sayang yang sedetik pun takkan pernah terlewatkan.

Ibu akan menjadi apapun yang dikehendaki. Pemberi asupan gizi, pencuci
pakaian, tukang masak terhebat, perawat di kala sakit, penjaga malam
yang siap siaga, atau pendongeng yang lucu. Kadang berperan sebagai
guru, kadang kala jadi pembantu. Jadi apapun ibu, semuanya dilakukan
tanpa bayaran sepeserpun alias gratis.

Sumber: Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani? oleh Bayu Gawtama

Sabtu, Juni 06, 2009

Kisah Cinta dari China

Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh
seisi dunia. Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita
yang lebih tua, yang melarikan diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi
dalam kedamaian selama setengah abad.

Laki-laki China berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan
tangannya (hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal
dunia di dalam goa yang selama 50 tahun terakhir menjadi tempat
tinggalnya.50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta
pada seorang janda 29 tahun bernama Xu Chaoqin ......

Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan
kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara
mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....

Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang
pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gossip murahaan
dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri
dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.

Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa,
tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan
akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu
minyak tanah untuk menerangi hidup mereka. Xu selalu merasa bahwa ia telah
mengikat Liu dan is berulang-kali bertanya,'Apakah kau menyesal?' Liu selalu
menjawab, 'Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik'.
Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak
tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung
terus selama 50 tahun.

Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers)
melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan
usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu. Liu Ming
Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, 'Orang tuaku sangat saling
mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah
berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu
untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.

Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu
yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk
dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya.
Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan
dari tangan Xu, isterinya.

'Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai
akan meninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup
tanpamu?' Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini
sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi
pipinya.

Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang
terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan 'anak tangga cinta' itu, dan
tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat
hidup terus.

Setelah kamu mengirim pesan ini, tekan F6 dan lihat apa yang muncul... Sukar
dipercaya tapi ini nyata. Kirimkan pada sedikitnya 15 orang, dan tekan F6;
nama orang yang kamu cintai akan muncul...